Mengajarkan Nilai Kejujuran pada Anak

Saat sudah menjadi orang tua, salah satu nilai penting yang perlu diajarkan pada anak kita pastilah nilai kejujuran. Bukan hanya sekedar supaya anak bersikap jujur kepada orang tuanya, tapi yang terpenting karena bersikap jujur sangat penting untuk masa depan anak kita. Bayangkan saja bila anak nantinya berbohong misalnya tidak mampu melakukan sesuatu, anak berbohong dengan menyatakan sanggup, tentu akibatnya orang tua tidak bisa membantu kelemahan anak kita karena kita tidak tahu kebenarannya.

Bagaimana cara paling efektif mengajarkan nilai kejujuran pada anak? Tentu bukan hanya sekedar anak kita arahkan menghafalkan nilai bahwa dia harus jujur, tapi yang terpenting adalah melalui contoh.

Bila kita sering berbohong di depan anak, tentu nilai itu yang akan diserap oleh anak. Saya pernah bertemu dengan seorang supir taxi yang bercerita dengan bangga, kalau dia bisa mengakali perusahaan tempatnya bekerja dengan cara mempermainkan kilometer taxi yang dikendarainya. Bayangkan bagaimana jalan pikiran sang anak melihat contoh dari ayahnya yang seperti ini? Bisa jadi anak ini akan berbuat curang di sekolah atau kelak di dunia kerjanya demi hasil yang dikehendaki, seakan tidak apa merugikan orang lain, boleh bertindak tidak bertanggung jawab (bahkan bangga bisa berhasil menipu perusahaan).

Menjadi orang tua memang sama sekali tidak mudah, karena harus selalu memberikan contoh yang baik kepada anak, apa yang mereka lihat adalah yang paling mereka ingat bahkan sampai bertahun kemudian.

Kita juga harus berusaha menciptakan lingkungan positif untuk anak, sehingga anak juga belajar nilai kejujuran dari lingkungannya. Mungkin kejujuran dalam jangka pendek seakan merugikan, tapi percayalah dalam jangka panjang, mereka yang jujur dan punya nilai budi pekerti yang baiklah yang akan mendapat kemurahan rejeki (boss selalu mempercayakan urusan kepada orang yang jujur. Bila ada kenaikan jabatan dll, tentu orang jujur dipertimbangkan lebih dahulu. Bila kita punya bisnis, dan ada kesulitan keuangan, siapa yang jujur tentu akan lebih dipercaya oleh supplier, dst)… nilai kejujuran akan berbuah manis pada akhirnya.

Kejujuran bukan hanya dalam kata2, tapi terbaca dalam tindakan. Kejujuran yang dibuat-buat (rekayasa) bukanlah kejujuran, melainkan politik. Kejujuran selalu disertai kesungguhan dan ketulusan, memahami nilai benar dan salah, serta berani bertanggung jawab.

Saat anak berbohong, selidiki mengapa, apakah dia takut kita marah, ataukah dia malu, atau sebab-sebab lainnya. Beri semangat untuk selalu berkata apa adanya kepada orang tua, bahwa orang tua bukan hakim, tapi orang yang mengasihi mereka, dengan bersikap jujur, orang tua bisa membantu kesulitan dan masalah mereka.

Sejak umur berapa nilai kejujuran dapat diajarkan pada anak? Tentu sedini mungkin, karena meskipun anak kelihatannya belum bisa bicara dengan benar, tetap saja mereka menyerap nilai2 dari lingkungannya. Bisa mendengar, membedakan, merasakan.

Ajaklah orang-orang di sekitar anak kita untuk ikut mengajarkan nilai kejujuran pada anak kita, lingkungan yang positif sangatlah penting.

Anak adalah tanggung jawab kita sebagai orang tua sampai anak tersebut siap untuk berkarya di masyarakat, pembekalan bukan hanya ilmu pengetahuan dari sekolah tapi juga yang terpenting adalah budi pekerti dan nilai2 kehidupan, salah satunya kejujuran.

Bila kita sendiri tidak suka dibohongi orang lain, kenapa kita memperlakukan orang lain seperti itu? Dan yang terburuk apa yang kita lakukan dilihat anak kita dan lebih parah lagi ditiru. Nggak lucu banget deh kalau kita ntar tua dikibulin ama anak sendiri kan?

Mengajarkan nilai kejujuran tidak semudah membicarakannya, karena harus dipraktekkan dan memberi contoh kepada anak yang mungkin masih belum mengerti. Tapi percayalah segala sesuatu yang dilakukan dengan sungguh-sungguh dan tekun dengan niat baik, pasti akan berbuah.

Seorang anak paling banyak belajar dari orang tua dan orang-orang terdekatnya, karena itu selalulah bertindak sesuai apa yang ingin kita ajarkan, hargailah nilai kejujuran dengan mempraktekkannya dalam kehidupan sehari2 bahkan dalam hal2 kecil sekalipun.

 

Share this:
Share this page via Email Share this page via Stumble Upon Share this page via Digg this Share this page via Facebook Share this page via Twitter

Incoming search terms:

  • karena yang terpenting hanya nilai bukan kejujuran