Gym

Kadang saya tertawa pada diri sendiri saat berolahraga di gym hanya gara-gara melihat berbagai orang yang datang ke gym untuk berolahraga. Ada yang udah ibu-ibu umur 40 tahun seperti saya, ada yang ibu muda, ibu yang lebih senior dari saya, anak remaja, pria muda, bapak-bapak, sampai trainer gym pun menjadi perhatian saya. Mau tahu apa yang membuat mereka semua menarik untuk diceritakan?

Orang yang udah ibu-ibu, atau mulai gemuk seperti saya ke gym berolahraga sudah tentu untuk mengurangi berat badan serta mengembalikan bentuk tubuh, nggak berharap menjadi langsing sepenuhnya seperti gadis remaja kembali, sudah bersyukur bisa mengurangi berat badan, dan baju-baju lama bisa dipakai kembali. Tentu saja grand prize nya adalah kesehatan pribadi (ini yang terpenting).

Saat usia masih muda, makan apa aja, nggak usah olahraga pun bentuk tubuh masih bertahan (memang ada beberapa orang punya bakat gemuk ya), tapi saat usia sudah menginjak 30 tahun, atau sudah memiliki anak, kebanyakan wanita mulai berubah bentuk tubuhnya, lemak di sana sini membuat yang stress mengantar mereka ke gym dan menjaga mulut alias ‘diet menjaga porsi dan jenis makanan yang dimakan sehari-hari’

Belum lagi banyak penyakit yang mulai berdatangan seiring usia, membuatkita harus lebih cermat memperhatikan kesehatan dan gaya hidup kita sendiri kalau mau hidup sehat berkualitas dengan umur yang panjang (minimal melihat anak dewasa dan ‘jadi orang’)

Kalau yang masih remaja tapi udah ‘berbobot’ tentu mereka maunya juga sehat dengan berat badan dan bentuk ideal, demikian juga para pria muda yang ingin tampak berorot di hadapan ‘wanita muda yang mereka incar untuk menjadi pasangan’, mereka rela ber jam-jam di gym mulai treadmill untuk pemanasan sampai mengangkat semua barbel yang bisa diangkat demi membentuk otot.

Yang udah bapak-bapak, bisa jadi bukan cuma ingin tetap sehat, tapi juga nggak kelihatan lemak di sana-sini, masih ingin tetap punya stamina saat traveling dan aktivitas sehari-hari, mereka rela nge-gym beberapa jam setiap minggu.

Olahraga kalau dulu buat cari nilai di sekolah, untuk kegiatan ekstra kurikuler, sekarang mempunyai arti lain yang jauh lebih penting. Usia membuat kita nggak boleh menyepelekan makan sehat dan olahraga. Siapa yang mau hidup sakit-sakitan? Siapa yang mau kesulitan mencari ukuran pakaian gara-gara bobot tubuh berlebihan.

Anyway, saat nge gym dan berhasil mendapatkan bobot idaman, rasanya semua keringat terbayar. Nge gym itu nggak susah kok, lakukan saja apa yang kita sukai, dari sekian banyak alat tentunya nanti akan ada yang menjadi favorit. Saya sendiri sangat menikmati ‘treadmill’ nggak usah yang berat aneh2, cukup jalan cepat kadang jogging ringan di alat treadmill.

Saat treadmill di gym, saya jadi memiliki ‘me’ time, di mana tidak ada yang memanggil, atau memecahkan konsentrasi seperti saat di rumah (anak memanggil, teringat lemari-lemari yang harus dibersihkan, dan banyak kegiatan rumah tangga lain yang menanti), saat pulang ke rumah tentu lebih segar kan? Happy Mom – Happy Kids.

And, tahu nggak? Menurut saya kalau berat kita ideal otomatis bentuk tubuh juga cukup ideal, dan biasanya dengan berat normal ini, mudah banget cari baju di bagian ‘sale’. Saat saya gemuk, pernah saya diarahkan oleh SPG sebuah departemen store ke bagian ‘ladies’ yang menurut saya ibu-ibu banget, model bajunya sangat terbatas sekali, saat mencari baju pesta di butik pun seakan nggak ada yang pas di badan (yang bawahnya gede lah, yang bagian lengannya sempit lah, warna terang benderang bikin tubuh ini terlihat semakin besar, dll).

Saat tubuh sudah mencapai ‘berat normal’ nya kembali, indahnya dunia, mudah sekali mendapatkan baju yang sedang Sale… dari pengalaman pribadi saya, sale di departemen store terkemuka cukup lumanyan untuk dimanfaatkan mendapatkan baju bagus berkualitas dengan harga miring. Meskipun mungkin itu seakan baju ‘sisa’ tapi selama nyaman dan pantas dikenakan, mengapa tidak?

Jadinya makin semangat nge gym saja, apalagi saat orang-orang sekitar mulai memberikan komentar positif.

Tapi ladies…. Apapun komentar orang, lakukan apa yang benar dan nyaman menurut kita. Karena lucu sekali, saat saya kembali ke ukuran sebelum menikah saya (ukuran semula), orang-orang berkomentar saya menjadi kurus, padahal menurut saya berat inilah yang memang seharusnya dan nyaman untuk saya beraktivitas (tahulah kalau orang gemuk itu cepat capek kan).

So, apapun kata orang, nge gym itu bisa menjadi fun. Nggak usah ngotot, nikmati saja kegiatannya, nggak usah angkat yang berat-berat, bila mengangkat beban ringan, manfaat tetap bisa didapat dari melakukan repetisi (pengulangan).

Saat berkeringat nge gym, bukan cuma racun tubuh yang hilang loh, tapi juga racun pikiran, karena olah raga memicu hormon bahagia… nge gym yuk….

 

 

 

Share this:
Share this page via Email Share this page via Stumble Upon Share this page via Digg this Share this page via Facebook Share this page via Twitter

Incoming search terms:

  • makanan apa yg membuatkita langsing
  • seorang ibu yg berat berat badan 200kg me injak injak prut anak mda